
Instant ala Manohara
Saat ini, apa pun bisa didapat dengan instant. Tapi, perlu diingat, segala hal yang dicapai dengan instant, niscaya tidak bakal langeng. Mengambil contoh kasus Manohara Odelia Pinot. Istri Teuku Fakhry ini tiba-tiba saja menjadi pembicaraan. Sejumlah stasiun swasta nasional berlomba-lomba memberikan tayangan ekslusif terkait bebasnya Manohara yang katanya disiksa habis-habisan oleh Pangeran Kelantan itu. Imbasnya, Manohara pun menuai berkah. Popularitas instant.
Manohara disodori kontrak sinetron berjudul sama dengan namanya. Tapi apa lacur, ketika Manohara tidak lagi dibicarakan orang, tiba-tiba saja ia menghilang. Dalam sebuah episode sinetron yang dibintanginya, dikisahkan Manohara meninggal. Artinya, dia tidak lagi muncul di layar kaca. Ia pun jobless alias pengangguran. Ada yang menuding, ‘meninggalnya’ Manohara, lantaran aktingnya yang pas-pasan dan melempem. Sejak kemunculannya, Manohara menuai banyak kontroversi. Sang Ibu, Deasy Fajarina bisa dibilang sangat berperan dalam karir Manohara. Dalam berbagai kesempatan, Deasy menangis haru-biru dan minta perlindungan kemana-mana agar Manohara yang katanya mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KdRT) bisa bebas. Namun, kualitas acting Manohara yang melempeng, akhirnya membuat banyak orang sadar. Termasuk rumah produksi SinemArt yang mengontraknya. Bahkan, kalau mau jujur, akting Deasy, lebih mantap dari Manohara. (*)
ekoyudiono7@yahoo.com
Selengkapnya..


